From Mabuk to Ngantuk

Eits… bukan mabuk karena minum-minuman keras (baca: es batu). Mabuk yang saya maksud di sini adalah mabuk darat. Ya, mabuk perjalanan darat.

600-01123709© MasterfileModel ReleaseBoy Sitting in Car Looking inPaper BagMeskipun saya terkadang jahat, suka ngetawain orang yang kadang (maap) suka muntah di bis ataupun kendaraan umum lainnya. Akan tetapi kalau boleh jujur saya dulunya adalah seorang pemabuk berat (wuidih…), maksudnya tiap kali perjalanan ke luar kota pasti mabuk. Note: dulu waktu kecil sering diajak pergi keluar kota bareng keluarga pakai kendaraan umum entah untuk silaturahmi atau apa—, dan hampir bisa dipastikan saya muntah dalam perjalanan.

Beragam tips yang katanya bisa untuk mencegah mabuk sudah saya coba, mulai dari minum antimo yang pahitnya na ‘udzubillah —karena dulu saya belum bisa menelan obat, jadi harus dikunyah, banyakin makan di bis, banyakin ngobrol di bis, dll. Namun hasilnya, tetep aja ‘keluar’ tak tertahankan.

Nah, tapi beberapa tahun belakangan ini, mungkin semenjak duduk di bangku SMK hingga sekarang alhamdulillah sudah nggak lagi mabok di perjalanan. Koq bisa? Nggak tau juga. Namun masalah lain yang timbul adalah: NGANTUK.

Ya, ngantuk yang minta ampun tak tertahankan juga. Pernah saya tulis di postingan sebelumnya bahwa ¾ waktu saat perjalanan jauh saya gunakan untuk tidur entah itu pulang kampung, silaturahmi, perjalanan dinas ke luar kota atau apapun, karena saking ngantuknya. Apalagi kalau pas naik di bus yang eksekutif, serasa diayun-ayun gimanaa gitu. 😛

Bangun-bangun paling kalau ada SMS dari umi atau abah nanyain “Sudah sampai mana?” Itu pun paling saya lihat sebentar dan tidur lagi, ups 😛 . Meski begitu sejauh ini aman-aman aja sih, nggak pernah kebablasan (seinget saya).

Kalau kalian gimana pas lagi perjalanan jauh? Mabuk-kah? Ngantuk-kah? Ceritain di kotak komentar ya… 😉

Gambar dicomot dari www.cafeberita.com

28 Comments

Yuni Andriyani 8 Juni 2014 Reply

Alkhamdulillah…gak pernah mabuk saat perjalanan jauh. Penyakitnya cuman satu…ngantuk…:)

Miftah Afina 9 Juni 2014 Reply

Sama dong, berarti? 😀

Nunu El Fasa 8 Juni 2014 Reply

Hihi iya mb tidur juga salah satu hal biar g muntah

Miftah Afina 8 Juni 2014 Reply

Memang, tapi dulu pas masih suka muntah tuh susah banget buat tidur.

Oh iya, saya cowok lho… 😀

wongcrewchild 9 Juni 2014 Reply

hihi..terkesan feminim namanya mungkin mas miftahafina 😉

Miftah Afina 9 Juni 2014 Reply

Hahaha. 😀
Memang sih.

Beby 8 Juni 2014 Reply

Hahah.. Aku kira kamu minum Jack D, Bang.. 😀
Alhamdulillah aku ngga mabukan dan ngga pengantuk, jadi enjoy aja dalam perjalanan.. Susahnya sih nyari temen seperjalanan yang ngga ngantuk kayak aku, jadi bisa diajak ngobrol :p

Miftah Afina 9 Juni 2014 Reply

Haish.. enggak lah… 😀

Enak dong. Etapi kalo nggak ngantukan dan nggak ada temen ngobrol jadi bengong aja dong sepanjang perjalanan?

Beby 10 Juni 2014 Reply

Iya bener. Hahah.. 😀
Tapi aku menikmati perjalanan kok. Liat daerah yang dilalui bisa tahan sampe berjam-jam :p

Miftah Afina 10 Juni 2014 Reply

Pulang kampung bulan depan semoga bisa tahan nggak tidur di bis ah.

Suci Rochani 8 Juni 2014 Reply

biasanya liat keluar jendela, tp kalo pas duduk gak deket jendela tidur

Miftah Afina 9 Juni 2014 Reply

Mmm.. koq bisa gitu ya? Karena liat pemandangan jadi nggak ngantuk kali yah?
Kalo saya mah nggak ngaruh. Yang ada malah kejedot jendela ‘iya’. 😛

Suci Rochani 9 Juni 2014 Reply

ga tau juga kenapa meskipun ga ada pemandangan yg enak dilihat tetep ga ngantuk kalo liat keluar jendela.
sering kejedot jendela ya mas? hehe

Miftah Afina 10 Juni 2014 Reply

Oh no… saya memang berbeda sendiri. Hampir semua komen yang masuk nggak ada yang selaras sama saya, kayaknya. :O

Tau aja. Haha

Suci Rochani 10 Juni 2014

keseringan kejedot jendela sih makanya beda sendiri 😛

wongcrewchild 9 Juni 2014 Reply

dulu suka mabuk-mabukan juga mas… 🙂

Miftah Afina 9 Juni 2014 Reply

Ya mabuk darat tapi kan, maksudnya? Bukan mabuk yang enggak-enggak. hehe

Melvin 9 Juni 2014 Reply

saya malah gk mabok ataupun ngantuk. tapi suka ngeliat jalanan klo naik bis :D. pokonya, bukan perjalanan namanya klo gk liat jalan 😛 .makanya saya suka duduk didepan 🙂 .

Miftah Afina 10 Juni 2014 Reply

Waw. Saya kalo pulang kampung sekitar 5-6 jam, kalo disuruh liat pemandangan gitu ya mending buat tidur. Haha

Pindah ke depan kalo mau turun doang. -_-

Dwi Puspita Nurmalinda 10 Juni 2014 Reply

enakan tidur biar gak mabok sepertinya,,,

Miftah Afina 10 Juni 2014 Reply

Iya, tapi koq kayaknya nggak ada yang se-‘hobi’ sama aku ya? *garuk-garuk kepala*

angga pratama 10 Juni 2014 Reply

hoho aku mabuk Mikrotik fin, piye ceritane 😀

Miftah Afina 10 Juni 2014 Reply

Doh.. masa ana mabuk mikrotik? 😀

Ririn 11 Juni 2014 Reply

dulu waktu saya masih kecil memang suka mabuk mas, tapi alhamdulillah setelah besar sudah tidak lagi, memang cukup merepotkan kalau mabuk diperjalanan, jadi kalau nggak pengen mabuk ya kita harus siap konsumsi pil anti mabuk atau pas diperjalanan kita buat tidur aja, sehingga bisa mencegah dan meminimalisir mabuk dijlan 🙂

Miftah Afina 11 Juni 2014 Reply

Tapi dulu saya sudah minum obat anti mabuk juga masih aja tetep. :/

Rizki 2 Juli 2014 Reply

Alhamdulillah saya tidak pernah mabuk entah itu naik sepeda, motor, mobil, truk, becak, kapal, odong-odong, andong. 😀

zakia 8 Juli 2014 Reply

nice post nice story.. enak bacanya 😀 —-

Miftah Afina 13 Juli 2014 Reply

Hehe.. makasiih.. 🙂

Tinggalkan Balasan ke Nunu El Fasa Batalkan balasan