Kekonyolan Hari Ini

Setelah sebelumnya sempat posting tentang kegagalan, kali ini saya ingin posting tentang hal-hal konyol (kalo nggak mau disebut ‘kesialan’) yang saya alami di hari ini. Beneran, hari ini. Mulai dari pagi hingga malam.

Pagi: Kantong Pedas

Hari ini saya lebih sibuk dari biasanya dan mengerjakan hal-hal yang nggak ada hubungannya dengan coding sama sekali. Ya, seperti yang kemarin malam saya ditulis di status facebook, saya ditunjuk sebagai koordinator sebuah acara kecil.

Pagi tadi saya ingin mengambil tripod untuk lampu halogen ke gedung Madinah, letaknya masih satu komplek namun jaraknya lumayan jauh jika ditempuh dengan jalan kaki dari kantor saya di gedung Makkah, yakni sekitar 5 – 10 menit. Jadi, saya memutuskan untuk naik sepeda motor. Setelah meminjam, kunci lantas saya masukkannya ke dalam kantong celana.

Sebelum saya menaiki motor, merogoh kantong celana untuk mengambil kunci, dan… ternyata saku saya basah. Saya lihat jari saya merah warnannya. Bukan darah, melainkan sambal sachet yang saya beli tadi pagi di kantin, ternyata bocor. Aghhh…!!! Tapi ya masa bodoh, saya pakai aja celana itu sampai malam.

Gambar diambil saat malam, jadi sudah mengering

Gambar diambil saat malam, jadi sudah mengering

Pesan moral: Kantong saku bukanlah tempat yang tepat untuk menaruh sambal

Siang: Karpet Bakar

Sepulang dari Salatiga dengan terburu-buru karena dikejar waktu, saya langsung ke GOR di komplek kerja saya. Saya ikut mengatur layout, penataan cahaya, kamera, dsb. Karena saya ditunjuk sebagai koordinator (sekaligus seksi dokumentasi), maka saya harus memastikan agar nantinya acara dapat berjalan dan terdokumentasi dengan baik. (cieh.. )

Nah, saat itu salah seorang karyawan Bag. Rumah Tangga sedang mengecek lampu halogen, dinyalakan lalu ditinggal begitu saja dan posisi lampu tersebut menghadap ke orang-orang. Oh ya, waktu itu sedang diadakan acara kajian juga di GOR tersebut. Karena memang silau dan saya berniat baik agar tidak membuat orang-orang yang hadir di kajian merasa silau, akhirnya saya hadapkan lampu tersebut ke arah bawah, di atas karpet. Kemudian saya tinggal juga.

Beberapa menit kemudian, saya lihat pak Gono (sebut saja namanya begitu) berlari ke arah lampu halogen tadi. Apa yang terjadi??? Asap mengepul dari bawah lampu. Disusul dengan kalimat “Bau gosong apa ini?” oleh pemateri kajian. Ketika diangkat, lampu tersebut meninggalkan bekas pada karpet yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Seperti berikut ini:

Lampu halogen ternyata sangar ya?

Lampu halogen ternyata sangar ya?

Benar, karpet tersebut gosong, terbakar oleh lampu halogen yang ternyata setelah saya baca berkekuatan 1.000 Watt.

Pesan moral: Lampu halogen juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk membuat roti bakar

Sore: Basah Kuyup

Kalo sore tadi nggak konyol-konyol amat sih, palingan waktu renang di kolam renang yang deket GOR (masih satu komplek juga) lupa bawa handuk. Wal hasil, seusai renang harus puas jalan kaki dengan sekujur tubuh yang masih basah kuyup hingga ke kamar di lantai 2 gedung Mina.

Malam: Terkunci di Dalam Jeruji Besi

Alhamdulillah acara tadi berjalan dengan baik, dan selamat kepada Milzam Priambodo, selaku juara I pada lomba hafalan 500 hadits tingkat Asia Pasifik. Let’s say “WOW”…!!!

Karena acara berakhir lebih lama dari yang saya duga, dan beres-beres alat-alat juga berlangsung lumayan lama, belum lagi ditambah sendal jepit saya warna item polos yang hilang entah kemana (tapi akhirnya ketemu juga sih), saya pun makan di tempat makan asrama agak telat, yakni sekitar jam 8 lebih 15. Untungnya masih ada sisa nasi dan lauk, kemudian saya makan dengan teman.

Singkat cerita makan berakhir, saya menuju gerbang bermaksud ingin keluar. Ternyata apa??? Pintu gerbang sudah dikunci. Oh tidak!!! Saya tanya pegawai yang masih di situ, semua bermuka masam (agak jengkel) dan tidak memberi tahu dimana kunci tersebut.

Terpenjara di dalam Jeruji Besi

Terpenjara di dalam Jeruji Besi

Agak marah sih sebenernya, dua gerbang semuanya digembok dengan biadabnya. Saya bersama orang-orang yang terkurung mencoba mencari jalan alternatif, lompat pagar. Namun karena resikonya besar (bisa-bisa kaki dan perut sobek karena pecahan kaca dan seng), akhirnya kami urungkan niat tersebut.

Selidik punya selidik, ternyata memang di ruang makan jika kita terlambat atau melebihi jam bakal dikurung sampai mereka (para pegawai) pulang. Sekitar jam 9 malam. Dan benar saja, setelah kami tunggu akhirnya pintu gerbang dibukakan juga di jam 9 tepat.

Begitulah kekonyolan di hari ini, semoga nggak terjadi sama kalian. Tapi kalau kalian punya pengalaman konyol juga, bisa di share di sini koq.

18 Komentar

  1. Lampu halogen serem juga ya Fin…

  2. Benar benar hari yang cukup menyakitkan, hehehehe,,,,
    Salam kenal bro…

  3. hhhahahha… ini toh …

  4. Lampu halogen bisa buat bakar roti… XD

  5. Bwahahah.. Aduh maaf Bang, ngakak gini. Geli banget sih. Uda la nyimpen saos cabe di kantong celana, karpet terbakar, lupa bawa handuk, terkurung pulak.. Aih.. Semoga ngga kejadian gitu lagi ya. Serem juga liat efek lampu halogen itu

  6. aku kok jadi senyum senyum sendiri ya baca postingan di atas, terbayang kalau aku mergoh kantong celana terus nemu sambel sachet

  7. Walah heboh banget dong ya. Baru tau kalo lampu halogen bisa mbakar karpet gitu… lucu juga ceritanya

  8. Lah sambal kok dikantongin sih, Mas?

    Lampu halogen memang sangar, panasnya minta ampun. Salah taruh bisa bahaya, karpet jadi korban deh..

  9. Wah itu lampu halogennya bener2 panas
    btw unik juga tuh, telat makan dikurung, hehehehe

Tinggalkan Balasan

Santai saja, alamat email Anda tidak akan saya publikasikan.

*

© 2017 Miftah Afina

Theme by Anders NorénUp ↑