Cara Konyol: Menemukan Sandal dengan Cepat ketika di Masjid

Setelah kemarin sempat posting tentang serangkaian kejadian konyol yang terjadi dalam satu hari sekaligus, sekarang saya akan memposting tentang beberapa cara konyol yang saya lakukan untuk mengatasi masalah yang sering saya alami, “lupa naroh sandal ketika di masjid”.

gambar-orang-bingungBaik, jadi yang sering membuat saya lama ketika keluar dari masjid adalah mencari sandal. Wajar saja, dengan jumlah jamaah yang kurang lebih 1300 santri tiap kali sholat, tentunya akan sulit bagi saya —dan mungkin beberapa orang lainnya—  untuk menemukan sandal milik sendiri di antara ribuan sandal yang tergeletak tak bernyawa, terlebih di malam hari yang gelap seperti maghrib dan isya.

Ditambah dengan kebiasaan ‘lupa naruh’ sandal yang terkadang kumat, semakin menjadikan proses pencarian menjadi lebih lama. “Perasaan tadi naruh sandal di sini.”. Eh taunya ketemu nun jauh di ujung sana. Ya begitulah.

Kemudian saya berpikir bagaimana cara agar masalah tersebut di atas dapat teratasi. Beberapa cara yang telah saya pakai adalah seperti berikut:

1. Meletakkan sandal jauh dari barisan

Maksudnya adalah agar ketika saya keluar dari masjid, sandal saya langsung terlihat karena berada di luar barisan (baca: tumpukan sandal), namun cara ini kurang efektif, karena terkadang sandal saya jadi incaran tendangan makhluk-makhluk rese.

2. Meletakkan sandal di satu tempat saja

Berikutnya saya pernah mencoba membiasakan meletakkan sendal saya di depan masjid di bawah tanaman bunga berduri (eh, itu namanya bunga apa ya?). Untuk beberapa bulan memang efisien, namun mulai berkurang efisiennya tatkala mulai banyak orang yang meletakkan sandal di bawah tanaman itu pula.

3. Glow in the dark

Nah, cara ini yang baru saja saya pakai, jadi sandal saya di tempeli stiker glow in the dark (bisa dibeli di pasar-pasar gelap terdekat). Stiker itu menggunakan bahan yang mudah meledak dapat menyala dalam gelap, kalau nggak salah namanya fosfor. *cmiiw*

Karena ada kemungkinan orang rese yang siap menendang-nendang sandal seperti yang saya sebutkan di nomor pertama, maka saya menempelkan stiker tersebut di beberapa bagian sandal baik atas maupun bawah, dengan tujuan agar nyalanya tetap terlihat meskipun posisi sandal terbalik. Di bawah ini foto ketika baru selesai dibuat:

sandal glow in the dark

Kiri: Saat kondisi terang, Kanan: Saat kondisi gelap

Nah, barangkali cara yang saya tulis di postingan ini dapat bermanfaat untuk kalian, silakan bisa dicoba.

15 Komentar

  1. Seru juga idenya Bang, terutama yang glow in the dark itu. Tapi ngga efektif ya kalo siang. Heheh..

  2. Gw pernah pulang ke rumah ga pake sendal karena lupa narohd imana sendalnya Fin. Hihihi. Takut gitu mau ambil sendal lain. Nyolong itu mah ya. Hahahaha.

  3. seru juga posting2 kamu… mantap…!!

  4. Ngomong2 soal sandal di Masjid, saya beberapa kali kehilangan sandal jepit… heran kok bisa ilang, padahal sandalnya jelek banget

  5. Wah tips Glow in the Dark itu yang paling keren. Out of the box banget. Cuma jangan dibagi sama yang lain karena kalau semuanya gitu, jadi susah juga..

  6. hahaha.. ini kreatif banget..
    lagian kenapa ya orang kalo keluar mesjid doyan banget tendang-tendang sendal??

  7. mantap inponya gan

    oh ya kalo bisa tuh sandalnya harus di tulisi nama pake paku yg di panaskan gan

Tinggalkan Balasan

Santai saja, alamat email Anda tidak akan saya publikasikan.

*

© 2017 Miftah Afina

Theme by Anders NorénUp ↑