7 Hari Tanpa Kuota

Tanpa kuota bukan berarti tidak mampu beli pulsa. Ini adalah hari ke-4 dimana saya berusaha untuk berjuang hidup tanpa kuota di ponsel saya (lebay amat). Berawal ketika 5 hari yang lalu, saya menerima SMS dari operator seluler langganan seperti berikut:

Screenshot_2013-12-15-17-55-04

Waaaa…!!! Sempak Sempat sedikit shock karena saya yakin bahwa kuota saya masih tersisa sekitar 600 MB, yang itu artinya malam itu saya harus menghabiskan sisa kuota tersebut. Aggh… saya bingung ingin menghabiskan untuk apa? Streaming youtube, nggak tau video apa yang mau ditonton, download aplikasi juga belum tau aplikasi apa yang mau dibutuhkan, akhirnya saya habiskan untuk update beberapa banyak aplikasi dari Play Store. Meskipun akhirnya masih tersisa banyak juga karena saya tertidur ketika menunggu proses update. *ZZzzz…*

Dan esok harinya, sadar kalo kuota sudah kosong —sebenarnya yang habis adalah masa aktif kuotanya, karena kebijakan opsel yang saya pakai masa aktif kuota hanya dibatasi sebulan—. “Oke nggak masalah.”, pikir saya saat itu. “Toh nanti sore bisa beli di minimarket.” Di minimarket yang waktu itu saya pernah berbicara dengan orang su’udiy.

Tapi, yah… namanya juga musim penghujan. Mau jalan ke sana kayaknya malesbanget, musim-musim kayak gini bawaannya pengen ke hammam (baca: toilet) mulu. Akhirnya sampai malem, sampai besok pagi, sore, dan kembali malem, tetep aja males bawaanya. Hingga akhirnya muncul ide *tiing (keluar bohlam)* untuk mencoba hidup tanpa kuota di ponsel selama beberapa hari kedepan. Yapp… 7 hari tanpa kuota. Ada sih orang yang kurang yakin akan hal ini seperti yang ada dibawah ini:

tidak percaya

Tapi, paman saya sendiri mendukung akan ide cemerlang ini, “Sip, bagus. Toh juga nggak akan mati.”, tambahnya.

Well, ini hari ke-4, dan ternyata ada manfaatnya juga selama tidak ada kuota. Misalnya:

1. Ada ide untuk me-remote komputer melalui SMS

Dan ide ini berhasil direalisasikan, dengan menggunakan PHP dan library Gammu, saya membuat skrip yang otomatis menjalankan perintah sesuai dengan apa yang saya kirimkan melalui SMS ke nomor SMS center yang menancap erat di komputer saya.

Ide ini muncul lantaran saat itu selesai sholat Ashar saya sedang dikamar, lalu keinget kalo ternyata kompi di kantor masih nyala. Lalu sejenak berpikir, “Andai saja bisa me-remote komputer melalui SMS.” Karena saat itu (hingga kini) tidak ada akses Internet di ponsel, jadi nggak bisa remote komputer via TeamViewer. Dan tidak beberapa lama, program-pun selesai saya buat.

2. Udah cukup satu dulu aja, capek nulisnya

Ini penutupnya, tapi saya bingung mau nulis apaan. Oh, iya. Sebenarnya saya pengen bilang kalau nanti tanggal 29 Desember mendatang, selama seminggu saya ‘dipaksa’ untuk libur oleh kantor. Jadi, sebelum tanggal itu tiba, harus bisa menyelesaikan tugas-tugas kantor, dan maaf kalau beberapa SMS dari teman ada yang nggak dibalas. *ceritanya sok sibuk*

4 Comments

  1. ,, Geniuussssss gan ,,

  2. Ga kebayang deh ah ga ada internet sehari
    pernah si masuk hutan 1 bulan lebih dan ga ada sinyal disana untungnya ada vsat dan kebetulan punya akses internet jadi masih bisa buka2 dikit walau ngap2an karena speed max cuma 64Kbps

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

© 2017 Miftah Afina

Theme by Anders NorénUp ↑