“Saya pesimis besok bisa libur”, kalimat itu yang sempat saya lontarkan tempo hari di akhir hari masuk kantor. Ya, akhir bagi mereka. Disaat yang lain senang dan bahkan menanti-nanti, saya masih terus bekerja bahkan mungkin denga kecepatan yang lebih dari biasanya. Apa sebab? Besok adalah hari dimana kami ‘dipaksa’ untuk libur, dan revisi beberapa program baru saja diajukan oleh atasan saya.

Piagam Penghargaan

Waktu terus berlalu, jam makan siang yang dinanti-nanti pun tiba pada saatnya. Selepas makan siang, melangkah lah kaki saya ke auditorium, tempat dimana rapat pleno akan berlangsung. Ternyata di rapat tersebut dijelaskan secara singkat mengenai beberapa hal yang sempat terjadi di hari-hari terakhir menjelang liburan. Selengkapnya…