Siapa yang gak seneng kalo ada jam kosong? Banyak hal bermanfaat yang bisa kita lakukan untuk mengisi jam tersebut, mulai dari tidur-tiduran di kelas, jajan di kantin, hingga ngerokok di WC.

Tapi kali ini saya mencoba untuk membahas jam kosong dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yakni guru.

Adanya kegiatan guru di luar kegiatan mengajar (rapat, misalnya) yang berimbas pada jam kosong mengakibatkan siswa-siswa berhamburan keluar kelas, sehingga kurang sedap dipandang mata.

Hal tersebut rupanya juga yang dirasakan oleh salah satu teman saya yang berprofesi sebagai guru, sebut saja Ucok. Suatu ketika Pak Ucok ini mendapat amanat yang mengharuskannya untuk meninggalkan kelas. Dengan berat hati, beliau pun meninggalkan kelas dengan memberi tugas kepada siswa-siswa yang ditinggalkannya.

Tak ingin siswa-siswanya berhamburan keluar kelas, Pak Ucok ini melakukan tidakan preventif yang amat mengejutkan, beliau mengunci pintu kelas dari luar tanpa sepengetahuan anak-anak didiknya. Sedikit kampret, emang.

Namun demikian, langkah preventif yang dilakukannya terbilang cukup berhasil. Hingga jam pelajaran usai, tak terlihat seorang siswa pun keluar dari kelasnya. Hanya terlihat handle pintu yang bergerak-gerak dengan sendirinya.