Sebelah Mata

tambal banAda beberapa pekerjaan orang yang kelihatannya sepele dan kita pandang sebelah mata tiap harinya, padahal terkadang sangat penting saat kita perlukan.

Tukang tambal ban misalnya.Terlepas dari ulah beberapa oknum tukang tambal ban nakal yang terkadang meresahkan warga. *tsahh* Pernah kita berpikir kalau seandainya nggak ada tukang tambal ban di pinggir jalan?   Saya sendiri pernah merasakannya, menuntun motor sepanjang jalan saat ban mendadak bocor.

Berikutnya tukang sol sepatu. Nah ini yang saya rasain baru-baru ini. Tukang sol sepatu tuh ibarat gunting kuku, ada saat kita nggak butuh, dan ngilang saat kita perlukan. *plakk*

Padahal biasanya yakin itu ada di depan gerbang Pasar Kembang Sari atau depan ruko di Pasar Raya Salatiga, giliran dicari muter-muter nggak nemu juga. *bahh…*

Anyway, apapun pekerjaan orang lain sudah selayaknya kita hormati, dan kita hargai.

Oh, ya, lama nggak posting ternyata udah hampir masuk ke pertengahan bulan ramadhan nih. Kalian gimana bukbernya? Modusnya lancar?

4 Komentar

  1. bener sekali..sepele tapi sangat kita butuhkan ..kalo nggak ada mereka siap2 dah kita nuntun motor…

  2. Bahahah.. Modus afaan..

Tinggalkan Balasan

Santai saja, alamat email Anda tidak akan saya publikasikan.

*

© 2017 Miftah Afina

Theme by Anders NorénUp ↑