Pelajaran yang Dapat diambil dari Fenomena Bokek

bokekBulan ini entah kenapa merupakan bulan ‘ter-bokek’ (bacanya yang bener) dalam sejarah kehidupan saya di sini. Gimana enggak? Belum genap 5 hari gajian saja (waktu itu) uang udah tinggal dua lembar. Untuk apa? Yang jelas bukan untuk foya-foya atau main-main. Tapi memang ada keperluan yang mendesah, eh… mendesak.

Mungkin itu kali ya sebabnya saya akhir-akhir ini jarang nge-blog? *Apa hubungannya…? 😀 *

Mmm… tapi di masa-masa bokek tersebut ada beberapa pelajaran yang sangat berharga yang dapat saya petik, seperti:

1. Pelajaran Cara Nge-hemat Baterai

tips-baterai-android-hematYap, batere ponsel saya jadi lebih panjang umur, itu karena kemaren ngirit jarang konek Internet. Terlebih setelah kuotanya habis, bisa bertahan hingga 2-3 hari. Jadi, saya sekarang tahu cara nge-hemat batere.

2. Dapat Merasakan Penderitaan Orang Lain

Yang ini sorry kalo agak menyinggung. Dulu, kalau ada temen ngutang terus lamaaaa gitu nggak ngembaliin, ditambah kalau pas ditagih suka nyebelin, kadang suka jengkel ‘n marah sendiri dalam hati. Sekarang, jadi lebih bisa merasakan keadaan mereka yang dulu ‘nyebelin’ itu. Dan bersyukur, paling enggak, saya nggak sampe ngutang ke orang lain. :p

3. Menghargai Lauk yang Kurang Enak

Yang namanya hidup di sini, lauk di math’am (tempat makan) terkadang labil alias tidak stabil, kadang enak, kadang enggak. Tapi bersyukur saya di sini karena dapet makan gratis 3 kali sehari bebas nambah.

Biasanya saya langsung balik dan memutuskan untuk makan di luar daripada makan di math’am ketika melihat lauk yang kurang enak itu. Nah kemaren jadi terpaksa lebih menghargai, tetap saya makan deh. Lha wong adanya cuman itu.

4. Pelajaran Menahan Malu

Ini terjadi dua kali saat tugas dinas di Malang selama dua hari. Saya dan 4 orang temen menginap di Hotel Ubud, namanya. Hotelnya keren + lumayan mahal, nuansa Bali, sejuk, ada kolam renang, free wifi, ini itu, cewek-ceweknya juga cakep-cakep dan lain-lain. Tapi sayang, nyediain breakfast cuman 2 porsi untuk satu kamar, padahal kami sekamar berlima (dengan 3 tempat tidur).

Singkat cerita saya dan salah satu teman saya di minta untuk mengambil breakfast di ruang restorannya, berhubung modelnya prasmanan walhasil tanpa menghiraukan pelayan yang ada di situ (bodo amat), saya ambil tuh piring besar, saya ‘ciduk’ itu nasi goreng beserta aneka lauknya hingga super duper menggunung, tak lupa juga potongan buah-buahan yang tak kalah menggunungnya. Kapan lagi bisa makan gratis, enak plus banyak. hehe. Kemudian saya bawa makanan yang baru saya ambil itu menuju ke kamar untuk disantap berlima. Pas balik ke kamar, disambut sorak gembira dari teman-teman. haha, Surrrrga dunia… *kata Jebraw* 😀

Oh, iya. Ini dia videonya pas sarapan di hari kedua kemarin. Saya kasih judul “Makan tercepat di dunia”.

Sumber gambar: amaliakhoirunnisa.blogspot.com dan masihberbagi.blogspot.com
Sumber video: Dokumentasi pribadi

40 Comments

Nunu El Fasa 25 Mei 2014 Reply

Alhamdulillah membuat lebih bersyukur ya mas

Yuni Andriyani 25 Mei 2014 Reply

Tapi sayang, nyediain breakfast cuman 2 porsi untuk satu kamar, padahal kami sekamar berlima (dengan 3 tempat tidur) >>> yang satu gak bayar kaleee

Miftah Afina 25 Mei 2014 Reply

Nggak bayar semua, yang mbayarin kan dari kantor. 😀

Yuni Andriyani 25 Mei 2014 Reply

Kalu gitu yang satu haruss bilang….pak…minta sedekah pak…kasihanilah saya….:)

Miftah Afina 25 Mei 2014 Reply

Hahaha.. masa gitu? Keliatan kasihan banget dong nantinya…

Yuni Andriyani 25 Mei 2014 Reply

daripada gak makan…kalau tewas biasanya mahal lo…

Miftah Afina 25 Mei 2014 Reply

Waduh, ngeri jadinya. 😀

Akhmad 25 Mei 2014 Reply

bener sekali pak guru.Bokek itu memang membingungkan,mau ini itu harus pikir beribu kali,harus lebih bersyukur ketika punya banyak rizki dan jangan lupa untuk ditabung dan sisihkan sebagian untuk orang lain.

Miftah Afina 26 Mei 2014 Reply

Iya, bener banget. Tapi sayangnya saya bukan guru. 😉

Hendrik 26 Mei 2014 Reply

Bokek sama kanker mana ya Bang yang lebih parah ? 🙂

Miftah Afina 26 Mei 2014 Reply

Parahan bokek. Kalau kanker yang kering kan cuman Kantong’nya doang, sedangkan bokek yang kering bisa kantong, dompet, dan ATM’nya. 😛

BangKoor 26 Mei 2014 Reply

Hoho.. aku biasanya terselamatkan sama uang receh kembalian dari minimarket, mas. Lumayan tuh kalo ditukerin ke minimarketnya lagi. Dan itu masuk ke pelajaran ke 4, menahan malu 😀

Miftah Afina 26 Mei 2014 Reply

Saya juga masih nyimpen receh kembalian, terkadang buat beli gorengan. Tapi yang itu nggak terlalu malu sih.

bangkoor 27 Mei 2014 Reply

haha.. kalo buat beli gorengan mah biasa aja.. 😀

Miftah Afina 27 Mei 2014 Reply

Nah iya, kan memang harganya 500. 😛

Angga Pratama 26 Mei 2014 Reply

Pengiritan Bang 😀
yang penting disyukuri saja, saya aja kalo akhir bulan mulai makan yang ga bikin kantong cepet habis 😀

Miftah Afina 26 Mei 2014 Reply

Contohnya mie instan ya? 😀

Beby 26 Mei 2014 Reply

Semuanya bener, Bang. Hahah.. Karena ya memang ngga ada duit kan, jadi ngga ada pilihan. :p

Miftah Afina 26 Mei 2014 Reply

Hehe. Jadi ketauan sama semuanya deh kalo kemaren abis bokek.

Sun 27 Mei 2014 Reply

skarg ahir bulan, momen yg pas utk bokek, haha…

Miftah Afina 27 Mei 2014 Reply

Tapi kan gajiannya kalo saya di akhir bulan. 😀

dan jiwa 28 Mei 2014 Reply

ane kepikiran yang jadi kameramen tuh pidio, cuma bisa ngiler sambil kip nyuting,,,, hahahaha

Miftah Afina 29 Mei 2014 Reply

Itu kan pake tripod mas bro. 😀

dan jiwa 29 Mei 2014 Reply

kasian tripodnya dong 🙁

Miftah Afina 30 Mei 2014 Reply

Kasian yg komen

Kisah Foto 29 Mei 2014 Reply

Saya juga sering mengalami bokek mas karena keperluan mendesak… memang banyak pelajaran yang bisa diambil dari bokek ini, hehehe 😀

Miftah Afina 29 Mei 2014 Reply

Memang banyak pelajarannya kan. *catet*

eksak 29 Mei 2014 Reply

Banyak hikmah yg bisa disyukuri ternyatah!# hehe

Miftah Afina 29 Mei 2014 Reply

Iya, dibalik semua derita ada hikmahnya juga. haha

umpan nila 30 Mei 2014 Reply

terkadang saya juga mikir seperti itu mas,tulisanya menginspirasi banget

Miftah Afina 30 Mei 2014 Reply

Whehe.. 😀
Ada yang terinspirasi juga.

wongcrewchild 3 Juni 2014 Reply

dalam kondisi terjepit jadi lebih kreatif bertindak 😀

ibnu ch 5 Juni 2014 Reply

Iya mas mif, kadang dengan keadaan begitu kita bisa lebih tahu makna syukur yang sesungguhnya,,,,

Dwi Puspita Nurmalinda 10 Juni 2014 Reply

kalo ada kembalian uang receh biasanya langsung saya masukkan ke celengan,,,itung2 nabung mas biar kalo ada apa2 buat urgent saja,,,

Miftah Afina 10 Juni 2014 Reply

Iya, tips itu juga udah saya lakuin. Cuman pas kemarin bener-bener celengannya udah nipis. 🙂

muslih 3 Februari 2015 Reply

lho…. itu ada ustad bahta ya? :v

Miftah Afina 3 Februari 2015 Reply

Iya. Wkwk..
Keliatan jelas ya?

Can 9 Februari 2016 Reply

Belajar sabar hingga gajian berikutnya 😀
itu kirain video makan cepat beneran 😀

Miftah Afina 9 Februari 2016 Reply

Hidup dari bulan ke bulan. 😀
Enggak koq.

Tinggalkan Balasan