[soundcloud url=”http://api.soundcloud.com/tracks/113360181″ params=”” width=” 100%” height=”120″ iframe=”true” /]

Beberapa hari yang lalu sempat saya berkeinginan untuk memiliki short domain (domain pendek), keinginan ini lantaran tren yang sejak beberapa waktu terakhir merebak. Dipicu oleh populernya situs microblogging semisal twitter yang membatasi penggunanya untuk hanya dapat memposting sejumlah 140 karakter.

Berbondong-bondong perusahaan IT pun turut serta menggunakan short domain yang menurut saya unik. Mengapa unik? Karena short domain tersebut merupakan gabungan dari domain dan top level domain yang membentuk suatu nama perusahaan tersebut. Saya berikan contoh:

Dan yang paling membuat saya ‘greget’ untuk memiliki short domain adalah alamat blog sang founder WordPress, Matt Mullenweg dengan domain ma.tt-nya. Sejak saat itu saya berkeinginan kuat untuk memiliki domain af.in, kemungkinan domain tersebut akan saya pakai untuk pengganti www.miftahafina.com atau minimal sebagai kustomisasi shorten url bit.ly, j.mp dan sebagainya.

Top level domain (TLD) .in —pada domain af.in yang saya inginkan— merupakan TLD milik negara India, seperti yang kita ketahui, TLD negara kita sendiri adalah .id (baca: dot ai di —biar keren—). Langsung saya jelajah penyedia domain domain luar negeri, hingga pada akhirnya secara tidak sengaja saya menemukan TLD tersebut di perusahaan penyedia jasa hosting dan blog langganan saya sendiri. Saat itu sedang promo dari harga normal sekitar 180 ribu rupiah pertahun, menjadi hanya 50 ribu rupiah pertahun pada tahun pertama. Menggiurkan, bukan?

HTTP Address BarEsok harinya, saya mencoba untuk menghubungi costumer service penyedia TLD tersebut, setelah saya tanyakan ternyata masa promonya sudah habis kemarin pada akhir bulan September (saya baru ingat kalau ternyata hari ini adalah tanggal 1 Oktober), dan harga sudah kembali normal. Okelah kalau harga kembali normal, tidak apa-apa. Akan tetapi yang membuat saya tambah nyesek adalah ketika saya tanyakan “Koq saya coba untuk mendaftar af.in tidak bisa?”, dia menjawab “Minimal 3 karakter, pak. Untuk 2 karakter hanya untuk domain spesial dan kami tidak menyediakan itu.”

Dari kejadian tersebut mungkin ada untungnya juga saya tidak jadi membeli domain tersebut. Ya, untuk belajar berhemat dan mensyukuri sesuatu yang telah dimiliki. Atau paling tidak saya mengetahui bahwa domain dengan jumlah kurang dari 3 karakter seperti: t.co, fb.me, ma.tt dan yang lainnya merupakan domain spesial dan tidaklah murah.