Dari Kecil Saya Tidak Pernah Mendapatkan ASI

ASI (Air Susu Ibu) —mohon membacanya biasa saja, jangan terlalu lama dalam membayangkannya. Terutama untuk para cowok— sejatinya merupakan pemberian spesial yang ibu berikan kepada hampir semua kita di saat kita masih bayi. Beberapa mungkin diberikan ASI selama 6 bulan. Sisanya? Bisa kurang bisa lebih. Tergantung mood ibunya mungkin.

Bahkan mungkin kamu sendiri masih ingat waktu duduk di bangku SD dulu, teman kamu ada yang masih suka gitu sama Ibunya. Ya kan? Atau pernah melihat juga bayi baru beberapa bulan dipaksa untuk makan nasi dan pisang —yang ini lebih sering ditemui—.

Maka beruntunglah kamu, karena kamu (setidaknya) pernah mendapat kasih sayang seorang ibu (meskipun cuman) di waktu kecil. Ya, melalui ASI yang diberikan olehnya. Karenanya, kamu kini dapat tumbuh besar, dapat dewasa, meskipun kadang pikirannya masih sama kayak anak-anak juga.

Bayangkan orang-orang diluar sana yang sejak kecil tidak pernah merasakannya. Termasuk saya, dari kecil tidak pernah mengenyam nikmatnya ASI, serta rasanya kasih sayang dan belaian seorang ibu. Karena memang saya tidak memiliki ibu, yang saya miliki adalah Umi. Jadi, yang dulu waktu masih kecil umi berikan ke saya, bukanlah ASI, tapi ASU. Air Susu Umi.

Capek ngetiknya. Maaf ya, kalo di postingan ini nggak disertakan gambar, takutnya kamu nggak mau berhenti ngeliatnya. haha

5 Komentar

  1. hahaha…..
    itulah afin…
    dan seperti itulah dia…
    dan semoga akan selalu seperti itu..
    walaupun terkadang lidahnya garing…
    tapi idenya………. GARANG bro… hehe…

  2. hahahahahahaha keren cerpen nya …
    bukan di beri ASU air susu umi>>.

  3. nah kalo air susu emak, ASeM – asem ?

Tinggalkan Balasan

Santai saja, alamat email Anda tidak akan saya publikasikan.

*

© 2017 Miftah Afina

Theme by Anders NorénUp ↑